Rabu, 15 Mei 2013

pewayangan



Pancawala atau Pancakumara adalah sebutan untuk lima orang putra Dropadi dari hasil perkawinannya dengan Pancapandawa dalam wiracarita Mahabharata. Istilah Pancakumara berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “paƱca” yang bermakna lima dan “kumara” yang bermakna putra. Nama-nama Pancakumara Nama kelima orang Pancakumara yang dilahirkan oleh Dropadi tersebut antara lain adalah: 1. Pratiwindya putra Yudistira 2. Sutasoma putra Bimasena 3. Srutasena putra Arjuna 4. Satanika putra Nakula 5. Srutakerti putra Sahadewa Kisah Kematian Peran Pancakumara dalam cerita Mahabharata jika dibandingkan dengan putra Pandawa lainnya, terutama Abimanyu dan Gatotkaca. Meskipun demikian, Pratiwindya berhasil...
Teruskan membaca..

Bratalaras

Brantalaras adalah anak Arjuna dengan Dewi Larasati. Ia mempunyai kakak kandung yaitu Bambang Sumitra. Seperti kebanyakan putera Pandawa lainnya, Brantalaras gugur dalam Baratayuda. Waktu itu di hari ketigabelas Baratayuda, Brantalaras mendampingi Bambang Sumitra menghadapi Begawan Drona. Namun akhirnya mereka gugur terkena panah Drona. Peristiwa kematian Brantalaras dan Bambang Sumitra ini membuat Abimanyu marah besar, lalu menerjang ke depan untuk memburu Drona. Namun Abimanyu kurang waspada sehingga terjebak perangkap Kurawa. Brantalaras kawin dengan Dewi Karnawati, putri Adipati Karna. Tadinya yang berminat meminang Dewi Karnawati ada dua orang, yaitu Lesmana Mandrakumara,...
Teruskan membaca..

Darah Yang Bercahaya

ular sawah menelan telur ayam, o padahal sungguh sedang dieram di dalam perut telur itu menetas merayap keluar dari mulut ular anak ayam menghilang ke hutan ular sawah tidur kekenyangan, o! Kematian Dursasana yang mengenaskan segera tersebar ke segala penjuru pertempuran. Dengan rasa ngeri diceritakan bagaimana Bima tidak lagi bertindak seperti manusia. Ia menghancurkan wajah Dursasana yang buruk rupa, menggocohnya sampai menjadi bubur, menyobek perutnya dengan pisau, mengeluarkan ususnya, dan menghirup darah sebanyak-banyaknya. Demikianlah diceritakan dalam Kakawin Bharata-Yuddha: Pada waktu itu berbicaralah Bhima dengan suara yang lantang dan tidak menghiraukan apa yang terjadi...
Teruskan membaca..
Jumat, 12 April 2013

Dentawilukrama

  DENTAWIKLUKRAMA adalah putra kedua (bungsu) Arya Wibisana dari negara Alengka dengan Dewi Triwati, seorang hapsari keturunan Sanghyang Taya. Ia mempunyai kakak kandung bernama Dewi Trijata yang menjadi isteri Resi Jembawan dan tinggal di pertapaan Gadamadana. Pada waktu terjadi perang Alengka, negara Alengka diserbu balatentara kera Prabu Rama di bawah pimpibnan Narpati Sugriwa, raja kera kerajaan Gowa Kiskenda, Dentawilikrama masih kecil. Ia tinggal bersama ibunya, Dewi Triwati di kesatrian Antarapura. Setelah berakhirnya perang Alengka dan ayahnya, Arya Wibisana dinobatkan menjadi raja negara Alengka yang pusat pemerintahnanya dipindahkan ke Singgela, Dentawilukrama ditetapkan...
Teruskan membaca..

Dandunwacana

ARYA DANDUNWACANA adalah adik Prabu Yudhistira (jin), yang menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja Jin negara Mertani. Arya Dadunwacana bersemayam di kesatrian Jodipati. Arya Dandunwacana mempunyai adik kandung bernama ; Arya Dananjaya yang bersemayam di kesatiran Madukara. Arya Dandunwacana juga mempumyai dua saudara seayah lain ibu masing-masing bernama ; Ditya Sapujagad, bertempat tinggal di kesatiran Sawojajar dan Ditya Sapulebu yang bertempat tinggal di kesatiran Baweratalun. Arya Dandunwacana bertubuh tinggi besar, gagah perkasa. Berwatak pemberani, jujur, setia dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Arya Dadunwacana bersama adik-adiknya menjadi senapati perang negara...
Teruskan membaca..

Sangasanga

ARYA SANGSANGA atau Jaya Sangasanga (pedalangan Jawa) adalah putra Arya Setyaki dari negara Lesanpura, dengan Dewi Garbarini, putri Prabu Garbanata, raja negara Garbaruci. Arya Sanga Sanga seorang prajurit yang sangat berani, gagah perkasa dan pantang mundur. Arya Sanga Sanga dalam segala hal bertindak serba adil dan jujur. Bicaranya singkat, tegas dan serba penting, mencerminkan wataknya yang berjiwa prajurit. Dalam usia muda ia dinobatkan menjadi raja negara Lesanpura menggantikan kedudukan kakeknya, Prabu Setyajid/Arya Ugrasena yang tewas dalam peperangan melawan Prabu Bomanarakasura raja negara Surateleng/Prajatisa. Arya Sanga Sanga menikah dengan Dewi Kawati, putri Arya Nirbita,...
Teruskan membaca..

Sasikirana

SASIKIRANA adalah putra Gatotkaca, raja negara Pringgandani dengan Dewi Pregiwa, putri Arjuna dengan Dewi Manuhara. Bambang Sasikirana mempunyai dua orang saudara seayah lain ibu bernama; Arya Jayasupena, putra Dewi Sumpani, dan Arya Suryakaca, putra Dewi Suryawati, putri Bathara Surya dengan Dewi Ngruni. Ketika berlangsung perang Bharatayuda, Sasikirana tidak ikut terjun kemedan peperangan, meskipun telah cukup dewasa untuk ikut berperang. Setelah berakhirnya perang Bharatayuda dan negara Astina kembali ke dalam kekuasaan keluaraga Pandawa, Sasikirana diangkat sebagai Senapati Astina pada jaman pemerintahan Prabu Parikesit. Sasikirana berwatak, pemberani, teguh, tangguh, cerdik...
Teruskan membaca..

Puntadewa Lahir

Pertemuan di istana Ngastina, Pandhu dihadap oleh Dhestharata, Widura dan Patih Jayaprayitna. Mereka membicarakan kandungan Kunthi yang telah sampai bulan kelahirannya belum juga lahir. Tengah mereka berunding, Arya Prabu Rukma datang memberi tahu, bahwa negara Mandura akan diserang perajurit dari negara Garbasumandha. Raja Garbasumandha ingin merebut Dewi Maherah. Raja Basudewa minta bantuan. Arya Widura disuruh pergi ke Wukir Retawu dan ke Talkandha, supaya mohon doa restu demi kelahiran bayi. Raja Pandhu akan ke Mandura untuk membantu raja Basudewa dalam menahan serangan musuh.Raja Pandhu menemui Dewi Kunthi yang sedang berbincang-bincang dengan Dewi Ambika, Dewi Ambiki dan...
Teruskan membaca..

Bratalaras Rabi

Alkisah terjalinlah hubungan cinta antara Brantalaras dan Dewi Wrangsawati, Brantalaras adalah putra Arjuna dengan Dewi Larasati puteri Widoro Kandang. Sementara Dewi Wrangsawati adalah putri dari raja Angga tengah prabu Karna. Lamaran Brantalaras di ajukan oleh karang kadempel sebagai pengasuh Brantalaras dan semua satria Pandawa. Waktu itu Rama Semar sendiri yang datang dan lamaranya diterima oleh raja Ngawangga prabu Basukarna. Nah untuk membahas pernikahan maka karang kadempel mengirim utusan lagi, yaitu ki lurah Petruk. ki lurah Petruk berangkat ke ngawangga tengah. sementara di Hastinapura, prabu Duryodana berkeinginan menikahkan anaknya dengan anak prabu Karna. Anaknya...
Teruskan membaca..

Banjaran Karna

KARNA, yang lebih terkenal dengan sebutan Adipati Karna adalah lawan utama Arjuna dalam Baratayuda. Padahal kedua ksatria itu sama-sama putra Dewi Kunti.Basukarna adalah putra sulung, sedangkan Arjuna anak yang ketiga. Dalam dunia pewayangan Basukarna merupakan profil tokoh wayang yang otodidak, berjuang sendiri tanpa mengandalkan bantuan keluarga. Ia juga menjadi perlambang bagi karakter manusia yang tahu membalas budi, sekaligus rela berkorban bagi menangnya kebenaran, walaupun untuk itu ia harus mengorbankan jiwa dan bahkan juga nama baiknya.Basukarna adalah anak buangan. Ibunya adalah Dewi Kunti alias Dewi Prita, putri bungsu raja Mandura, Prabu Basukunti. Waktu masih berusia...
Teruskan membaca..

Bima Medamel

 Di negara Jodipati Arya Werkudara memberitahukan kepada anak isterinya bahwa ia mendapat perintah dari Dewa di Suralaya harus menanam padi ketan gondhil.Bila ia berhasil menanam jenis padi tersebut dikemudian hari keturunannya dapat menjadi raja Jawa.Werkudara memerintahkan kepada Dewi Arimbi dan anak-anaknya agar mencari bibit padi tersebut danagar anak-anaknya mempersiapkan lahannya, Werkudara yang akan mengerjakannya. Gatutkaca minta diriuntuk berangkat, sedangkan Dewi Arimbi diminta mencari orang yang akan menanam bibit pad tersebut.Gatutkaca dan adik-adiknya menuju hutan Sumeja yang masih berada di lingkungan kerajaan Jodipati.Ketika lahan sudah siap, Werkudara minta disiapkan...
Teruskan membaca..

Sakutrem

Bambang SAKUTREM dikenal pula dengan nama Bambang Kalingga. Ia putra kedua dari tiga bersaudara, putra Resi Manumayasa dengan Dewi Kaniraras/Dewi Retnowati, dari pertapaan Retawu di gunung Saptaarga. Dua saudaranya yang lain ialah Bambang Manudewa dan Dewi Sriyati. Oleh Dewata, Sakutrem telah ditetapkan sebagai satria yang akan menurunkan Trah Witaradya (silsilah para raja). Karena saat mengandung dirinya, Dewi Retnowati telah makan buah Sumarwana ( buah sorga) yang berada di puncak pohon rukem di hutan Wanasaya yang dijaga oleh raksasa sakti bernama Satrutama. Selain gemar bertapa, Sakutrem juga senang berburu dan mahir menggunakan senjata panah. Bersama Resi Manumayasa, ayahnya,...
Teruskan membaca..
Kamis, 04 April 2013

Triwikrama

Triwikrama adalah kemampuan titisan Wisnu dan beberapa makhluk lainnya untuk berubah ujud menjadi raksasa yang amat besar, bertangan seribu yang disebut brahala. Dalam pewayangan, tokoh titisan Wisnu yang tergolong sering melakukan Tiwikrama adalah Arjuna Sasrabahu dan Kresna. Selain titisan Wisnu, Dasamuka juga bisa bertiwikrama. Dalam keadaan biasa, Dasamuka hanya berkepala satu. Namun, ketika bertiwikrama ia berkepala sepuluh dan tubuhnya menjadi jauh lebih besar. Dalam pewayangan diceritakan, saat Kresna bertindak sebagai duta Pandawa, ia melakukan triwikrama karena Kurawa tidak mau memenuhi janjinya dan hendak mengeroyok Kresna. Karena tiwikrama Prabu Kresna, balairung istana...
Teruskan membaca..

Arya Prabu Rabi

Syahdan, Suralaya terancam ketentramannya oleh Prabu Sasradewa , raja dari negaa Guwamiring, yang berkehendak mempersunting bidadari kahyangan, yang bernama Dewi Rumbini, apalagi setelah bala tentaranya yang dipimpin oleh Kalasaramba, sama sekali tak mendapatkan hasil, segenap wadyabala Guwamiring dikerahkan untuk menggempur ka-Endran, dan mendaratlah mereka digunung Jamurdipa.Hyang Girinata, bersabda kepada Hyang Narada, hanya Arya Prabulah yang jago para dewa, untuk mengundurkan wadyabala dari Guwamiring, untuk membawanya arya Prabu ke kahyangan, berangkatlah Hyang Narada mencarinya. Setelah didapatnya, dan menyatakan kesanggupannya, maka Arya prabu dibawa Hyang Narada ke Suralaya,...
Teruskan membaca..

Arjuna Terus

Raja Astina Prabu Suyudana berkenan duduk di singgasana kerajaan, dihadap oleh Pandita Praja Dhahyang Durna, Adipati Karna, Patih Sakuni, saudara-saudara raja tampak juga Raden Arya Dursusana, Raden Arya Kartamarma, Raden Arya Jayadrata, Raden Arya Durmagati, Raden Arya Citraksa dan Raden Arya Citraksi. Konon di pasewakan Prabu Suyudana menguraikan keheranannya perihal berita yang tersiar bahwasanya saudaranya Pandawa mengalami keelokan-keelokan kehidupannya, yang tak lain tentu atas perkenan dewa. Untuk jangan sampai raja selalu dirundung keheranan, dikeluarkanlah perintah untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut. Tugas diberikan kepada Patih Arya Sakuni, Dipati Karna beserta...
Teruskan membaca..

13 komentar: